
Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia per 3 Januari 2026. Keputusan ini menjadi langkah strategis dalam upaya membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih kuat dan berprestasi di tingkat Asia maupun internasional.
John Herdman, pelatih asal Inggris, dikenal sebagai satu-satunya sosok yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara melangkah ke Piala Dunia. Rekam jejaknya yang luar biasa membuatnya menjadi pilihan utama PSSI dalam mencari arsitek yang mampu memimpin transformasi sepak bola Indonesia.
Herdman memiliki pengalaman luas dalam kepelatihan, terutama di Selandia Baru dan Kanada. Ia juga dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan, yang menunjukkan komitmen jangka panjang PSSI terhadap visi dan strategi yang akan diterapkan oleh pelatih tersebut.
Karier John Herdman yang Mengesankan
John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Berbeda dengan banyak pelatih top lainnya, ia tidak memiliki karier panjang sebagai pemain profesional. Sejak usia muda, Herdman fokus pada jalur kepelatihan dan membangun pemahaman taktik serta manajemen tim.
Karier kepelatihan Herdman dimulai di Selandia Baru ketika usianya belum genap 30 tahun. Ia dipercaya menangani tim usia muda dan menunjukkan kemampuan membangun struktur pembinaan yang solid. Kepercayaan federasi Selandia Baru meningkat hingga akhirnya Herdman ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional putri Selandia Baru pada periode 2006–2011.
Di bawah arahan Herdman, timnas putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta tampil di Olimpiade Beijing 2008. Prestasi ini memperkuat reputasi Herdman sebagai pelatih kelas atas.
Pada 2011, Herdman hijrah ke Kanada dan ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas putri Kanada. Di sana, ia membangun tim yang kompetitif dan memiliki mental juara. Hasilnya terlihat nyata ketika timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Keberanian Herdman kembali diuji pada 2018 ketika ia mengambil alih timnas putra Kanada. Meski awalnya diragukan, ia sukses membangun kembali fondasi tim dan mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Ini menjadi penampilan pertama Kanada di Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun.
Tantangan Baru di Indonesia
Setelah mengakhiri kiprahnya bersama timnas Kanada pada 2023, Herdman melanjutkan karier di level klub dengan menangani Toronto FC hingga 2024. Usai meninggalkan klub tersebut, ia berstatus tanpa klub dan sempat dikaitkan dengan beberapa tim nasional.
Hingga akhirnya, PSSI berhasil meyakinkan Herdman untuk mengambil tantangan baru bersama Timnas Indonesia. Jabatan ini menjadi pekerjaan permanen pertamanya setelah meninggalkan Toronto FC.
PSSI mengontrak John Herdman dengan durasi dua tahun, disertai opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Penunjukan ini tidak hanya ditujukan untuk tim senior, tetapi juga mencakup proyek jangka menengah federasi, termasuk pembinaan Timnas U-23.
Agenda Padat di Tahun 2026
Pada tahun 2026, Herdman langsung dihadapkan pada agenda padat. Timnas Indonesia dijadwalkan tampil di FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026. Setelah itu, agenda FIFA Match Day juga menanti pada Juni, September, Oktober, dan November.
Selain rangkaian laga internasional, Herdman juga akan memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026. Turnamen regional ini menjadi salah satu target penting, sekaligus tolok ukur awal sejauh mana filosofi dan pendekatan Herdman dapat diimplementasikan dalam waktu relatif singkat.
Dengan rekam jejak panjang membawa tim nasional menembus Piala Dunia dan membangun mental juara, publik sepak bola Indonesia menaruh harapan besar pada sosok John Herdman untuk menorehkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia.
0 Response to "Herdman Miliki Kurang Dari 3 Bulan Persiapkan Timnas Indonesia di FIFA Series"
Post a Comment