Lima wilayah dengan pemilik mobil terbanyak di Kalimantan Timur

Lima wilayah dengan pemilik mobil terbanyak di Kalimantan Timur

Kepemilikan Mobil di Kalimantan Timur: Indikator Perkembangan Ekonomi dan Mobilitas

Kepemilikan mobil di Kalimantan Timur mencerminkan kondisi ekonomi dan mobilitas masyarakat. Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 24,10 persen rumah tangga di provinsi ini memiliki mobil. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun mobil masih menjadi aset yang tidak dimiliki oleh mayoritas rumah tangga, namun sudah cukup umum terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan aktivitas industri.

Perbedaan kepemilikan mobil antarwilayah di Kalimantan Timur sangat signifikan. Misalnya, Kota Bontang mencatat angka tertinggi dengan 32,38 persen rumah tangga memiliki mobil, sementara Kabupaten Mahakam Ulu memiliki angka terendah hanya 7,96 persen. Perbedaan ini mencerminkan ketimpangan infrastruktur, kondisi geografis, serta tingkat kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Fungsi Mobil di Kalimantan Timur

Di Kalimantan Timur, mobil memiliki peran yang lebih luas dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Jarak antarkecamatan yang jauh, keterbatasan transportasi umum, serta aktivitas ekonomi yang berbasis sumber daya alam membuat mobil menjadi sarana transportasi yang sangat penting. Mobil digunakan untuk:

  • Menunjang mobilitas kerja
  • Distribusi hasil usaha
  • Perjalanan keluarga
  • Akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan

Oleh karena itu, kepemilikan mobil sering kali berkorelasi dengan kemampuan ekonomi rumah tangga, meskipun di beberapa wilayah mobil juga menjadi kebutuhan fungsional akibat kondisi geografis.

Data Kepemilikan Mobil di Tingkat Provinsi

Secara keseluruhan, kepemilikan mobil rumah tangga di Kalimantan Timur mencapai 24,10 persen. Angka ini menunjukkan bahwa mobil belum menjadi aset utama bagi mayoritas rumah tangga, tetapi sudah cukup umum terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan aktivitas industri. Perbedaan antarwilayah mencerminkan perbedaan tingkat urbanisasi, infrastruktur jalan, dan struktur ekonomi masyarakat setempat.

Wilayah dengan Kepemilikan Mobil Tertinggi

Kota Bontang menjadi wilayah dengan kepemilikan mobil tertinggi di Kalimantan Timur, yaitu 32,38 persen. Hampir sepertiga rumah tangga di Bontang memiliki mobil. Kota ini dikenal sebagai kota industri, terutama sektor gas dan petrokimia, yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan masyarakat. Infrastruktur jalan yang relatif baik dan aktivitas ekonomi yang padat menjadikan mobil sebagai sarana transportasi utama.

Di posisi kedua adalah Kabupaten Berau dengan 30,60 persen kepemilikan mobil. Kabupaten ini memiliki karakter wilayah yang luas dengan aktivitas ekonomi yang beragam, mulai dari pertambangan, perkebunan, hingga pariwisata. Mobil menjadi alat penting untuk menjangkau lokasi kerja dan aktivitas ekonomi yang tersebar di berbagai kecamatan.

Penajam Paser Utara dan Kutai Timur menyusul dengan masing-masing 26,88 persen dan 26,72 persen kepemilikan mobil. Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga mobilitas masyarakat cenderung meningkat seiring pembangunan infrastruktur dan aktivitas pendukung pemerintahan.

Kota Samarinda Mendekati Rata-Rata Provinsi

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Samarinda mencatat kepemilikan mobil sebesar 24,05 persen, hampir sama dengan rata-rata provinsi yang berada di level 24,10 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Samarinda merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan, kepemilikan mobil tidak jauh berbeda dengan rata-rata provinsi. Faktor kepadatan lalu lintas, ketersediaan transportasi umum, serta variasi tingkat pendapatan masyarakat turut memengaruhi pola kepemilikan kendaraan.

Daerah dengan Kepemilikan Mobil di Bawah Rata-Rata

Di bawah rata-rata provinsi, terdapat Kabupaten Paser dengan 23,77 persen dan Kabupaten Kutai Barat dengan 23,72 persen kepemilikan mobil. Di daerah-daerah tersebut, mobil masih menjadi aset penting, namun tidak dimiliki oleh mayoritas rumah tangga. Selain faktor ekonomi, kondisi geografis dan pola permukiman turut memengaruhi keputusan rumah tangga dalam memiliki kendaraan roda empat.

Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara

Kota Balikpapan mencatat kepemilikan mobil sebesar 22,33 persen, lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain. Padahal, Balikpapan dikenal sebagai kota dengan tingkat pendapatan relatif tinggi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kepadatan perkotaan, tingginya biaya hidup, serta alternatif transportasi yang lebih beragam.

Di sisi lain, Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat kepemilikan mobil 20,53 persen, menunjukkan bahwa satu dari lima rumah tangga di wilayah ini memiliki mobil.

Kabupaten Mahakam Ulu dengan Kepemilikan Mobil Terendah

Di posisi terbawah terdapat Kabupaten Mahakam Ulu dengan kepemilikan mobil hanya 7,96 persen. Angka ini jauh di bawah wilayah lain di Kalimantan Timur. Mahakam Ulu merupakan wilayah dengan akses geografis yang menantang dan masih sangat bergantung pada transportasi sungai. Rendahnya kepemilikan mobil di daerah ini menunjukkan bahwa kendaraan roda empat belum menjadi sarana utama mobilitas, baik karena keterbatasan infrastruktur jalan maupun faktor ekonomi.

Ketimpangan Mobilitas Antarwilayah

Perbedaan kepemilikan mobil antar kabupaten dan kota di Kalimantan Timur menggambarkan ketimpangan akses infrastruktur dan tingkat kesejahteraan. Wilayah dengan aktivitas industri dan perkotaan cenderung memiliki persentase kepemilikan mobil lebih tinggi, sementara daerah pedalaman menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Dengan rata-rata provinsi 24,10 persen, mobil di Kalimantan Timur belum menjadi aset mayoritas, namun perannya semakin penting seiring pembangunan wilayah, termasuk pengembangan Ibu Kota Nusantara yang berpotensi meningkatkan kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mendatang.


0 Response to "Lima wilayah dengan pemilik mobil terbanyak di Kalimantan Timur"

Post a Comment