
Renungan Harian Katolik: Ketika Allah Menggenapi Janji-Nya
Renungan harian Katolik untuk hari Selasa biasa Khusus Adven, perayaan fakultatif Santo Yohanes Kansius Pengaku Iman dan Santo Servulus Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu. Bacaan-bacaan yang dibacakan dalam misa hari ini mencakup Maleakhi 3:1-4;4:5-6, Mazmur Tanggapan Mzm 25:4b-5b.8-9.10.14, Bait Pengantar Injil, dan Injil Lukas 1:57-66.
Bacaan pertama dari Maleakhi mengingatkan kita bahwa Tuhan akan mengutus Nabi Elia menjelang datangnya hari Tuhan. Firman Tuhan menyatakan bahwa Dia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Nya, dan orang-orang akan diperlengkapi untuk menerima kehadiran-Nya. Dalam bacaan ini, kita diajak untuk bersiap dan menantikan penggenapan janji-janji Tuhan.
Mazmur Tanggapan mengajak kita untuk berdoa agar Tuhan membimbing kita dalam jalan kebenaran-Nya. Tuhan baik dan benar, dan Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Semua jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Bait Pengantar Injil mengajak kita untuk memohon kepada Tuhan agar Ia datang dan menyelamatkan umat-Nya. Bacaan Injil dari Lukas 1:57-66 menceritakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelahiran Yohanes menjadi tanda bahwa Tuhan bekerja dalam keheningan dan waktu yang tepat.
Renungan Harian Katolik: Ketika Allah Menggenapi Janji-Nya
1. Allah Menggenapi Janji dalam Waktu-Nya Sendiri
Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis adalah bukti bahwa Allah selalu setia pada janji-Nya, meskipun manusia sering tidak sabar. Elisabeth, yang sudah lanjut usia, melahirkan anak laki-laki, sebuah peristiwa yang mustahil secara manusiawi. Namun bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Renungan ini mengajak kita untuk percaya bahwa ketika waktu-Nya tiba, semuanya akan menjadi indah.
2. Sukacita atas Rahmat Tuhan
Kelahiran Yohanes tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Mereka melihat bahwa Tuhan campur tangan, sehingga mereka bersukacita bersama Elisabeth. Pesan yang disampaikan adalah bahwa karya Tuhan dalam hidup seseorang dapat menjadi tanda keselamatan bagi banyak orang. Ketika Tuhan memberkati hidup kita, itu bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi juga sebagai kesaksian yang dapat menguatkan orang lain.
3. Penamaan Yohanes: Ketaatan yang Membuka Masa Depan Baru
Saat bayi itu harus diberi nama, semua orang mengira ia harus menyandang nama ayahnya, Zakharia. Tetapi Elisabeth menegaskan: “Ia harus dinamai Yohanes.” Ini bukanlah nama sembarangan, karena nama itu diberikan oleh malaikat sebagai bagian dari rencana Allah. Ketaatan Elisabeth dan Zakharia pada kehendak Allah—meski bertentangan dengan tradisi keluarga—membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar: Yohanes menjadi pembuka jalan bagi Mesias.
4. Mulut Zakharia Terbuka dan Ia Memuji Tuhan
Selama sembilan bulan, Zakharia menjadi bisu karena kurang percaya pada kabar malaikat. Tetapi ketika ia akhirnya menaati kehendak Tuhan dengan menuliskan nama “Yohanes,” mulutnya terbuka dan ia memuji Allah. Ini mengajarkan bahwa ketidaktaatan membungkam pujian, sedangkan ketaatan membuka kemerdekaan rohani. Banyak orang sulit bersyukur karena hati mereka tertutup oleh keraguan atau kecemasan. Saat kita kembali percaya dan taat pada Tuhan, hidup rohani kita terbuka kembali—kita bisa memuji Tuhan dengan bebas.
5. Pertanyaan tentang Masa Depan Yohanes
Kelahiran Yohanes membuat semua orang bertanya-tanya: Apakah gerangan anak ini nanti? Pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu, tetapi pengakuan bahwa kemurahan Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan. Setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan memiliki peran unik dalam rencana keselamatan. Yohanes menjalankan perannya: menyiapkan jalan bagi Yesus. Renungan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa kita juga punya panggilan.
6. Masa Adven: Menanti Allah yang Menepati Janji
Menjelang Natal, Gereja mengingatkan bahwa kelahiran Yohanes adalah tanda bahwa Mesias semakin dekat. Adven adalah masa untuk menata hati, memperbarui iman, membuka ruang bagi Tuhan, dan mempercayai janji-Nya. Allah yang menggenapi janji-Nya kepada Elisabeth dan Zakharia adalah Allah yang sama yang bekerja dalam hidup kita hari ini. Percayalah bahwa apa pun yang Tuhan rencanakan sedang bergerak menuju penggenapan.
7. Penutup: Allah Sedang Bekerja, Meski Kita Tidak Melihatnya
Kisah hari ini meneguhkan bahwa Tuhan setia, waktu-Nya sempurna, dan ketaatan membuka berkat. Setiap hidup punya panggilan ilahi, dan Adven adalah masa penuh harapan. Mari kita percaya bahwa ketika kita menunggu dengan setia, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
0 Response to "Renungan Katolik Harian: Allah Menepati Janji-Nya 23 Desember 2025"
Post a Comment