Kisah Dian Fossey, Peneliti Gorila yang Meninggal Misterius pada 1985

Perjalanan Dian Fossey dalam Penelitian Gorila Gunung

Dian Fossey adalah seorang peneliti gorila yang dikenal dengan pendekatan konservasi yang keras dan sering bersitegang dengan masyarakat setempat. Pada akhir Desember 1985, jasadnya ditemukan di dalam sebuah kabin terpencil di Pegunungan Virunga, Rwanda. Kondisi kabin tersebut berantakan dan ia meninggal akibat luka dari senjata tajam jenis parang. Hingga saat ini, kematiannya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Sejak akhir 1960-an, Fossey menghabiskan hidupnya untuk meneliti gorila gunung di Taman Nasional Volcanoes, Rwanda. Bersama Jane Goodall dan Birute Galdikas, ia termasuk dalam kelompok “trimates”, yaitu tiga ilmuwan perempuan yang dipilih oleh antropolog Louis Leakey untuk meneliti tiga primata besar di alam liar pada pertengahan abad ke-20.

Terinspirasi dari George Schaller

Fossey tidak memiliki pelatihan formal dalam bidang etologi ketika pertama kali berangkat ke Afrika untuk melakukan penelitian. Ia memulai penelitian lapangannya di Kabara, Kongo, dengan tinggal di tenda kecil. Fossey kemudian menjelajahi hutan untuk mempelajari kehidupan gorila gunung (Gorilla beringei beringei).

Pada tahun 1967, ketika perang saudara pecah, Fossey melarikan diri ke wilayah Rwanda di Pegunungan Virunga dan mendirikan proyek penelitian barunya di dekat Gunung Karisimbi. Ia terinspirasi oleh George Schaller, seorang ahli biologi yang pada 1959 juga meneliti gorila di Pegunungan Virunga.

Schaller menjelaskan bahwa hewan biasanya berusaha menjauh dari manusia. Jika seseorang mendekati mereka dengan tenang, maka mereka akan mulai menerima kehadiran Anda. Fossey kemudian menerapkan prinsip pengamatan yang sama dengan Schaller, yakni sabar dan tidak mengganggu.

Meskipun awalnya gorila-gorila tersebut selalu melarikan diri darinya, setelah sekitar satu tahun, mereka mulai memukul dada dan bersuara keras. Menurut Fossey, tindakan tersebut merupakan gertakan untuk menakut-nakutinya, meski masih jauh dari perilaku alami mereka.

Ikatan Emosional yang Kuat

Selama puluhan tahun di Virunga, Fossey berhasil mengidentifikasi dan menirukan berbagai vokalisasi gorila, termasuk suara 'sendawa' yang menandakan rasa puas. Ia juga mengungkap struktur keluarga gorila yang sangat erat, ritual pacaran dan kawin, serta mendokumentasikan kasus pembunuhan bayi gorila oleh pejantan saingan.

Meski akhirnya meraih gelar doktor di bidang zoologi dari University of Cambridge, Fossey menghabiskan tahun-tahun awal penelitiannya tanpa pelatihan formal. Karena hal itu, ia menjalin ikatan emosional yang kuat dengan gorila-gorila tertentu dan cenderung menggambarkan perilaku mereka dengan sudut pandang yang lebih manusiawi dibandingkan pendekatan zoologi formal.

Fossey juga kerap menyebut gorila sebagai makhluk yang lebih altruistis dibanding manusia. Ia memiliki ikatan khusus dengan seekor gorila bernama Digit, yang dinamai demikian karena jarinya yang rusak dan tidak memiliki teman bermain seusianya. Digit tewas dibunuh pemburu liar pada 1977.

Sikap Keras dan Konfrontatif Fossey

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Fossey semakin fokus pada upaya melindungi habitat gorila yang terus menyusut dan memerangi perburuan liar. Ia menggunakan metode konfrontatif, seperti membakar jerat, mengenakan topeng untuk menakuti pemburu, serta menyemprot cat pada ternak agar para penggembala tidak membawa hewan mereka masuk ke kawasan taman nasional.

Menurut laporan The Washington Post, Fossey juga pernah melepaskan tembakan ke udara di atas kepala wisatawan untuk mengusir mereka, serta meminta mahasiswa bimbingannya membawa senjata api. Namun, pendekatan tersebut tidak membuatnya disukai oleh masyarakat setempat, terutama karena banyak warga di sekitar taman nasional hidup dalam kemiskinan dan bergantung pada penggembalaan serta perluasan lahan untuk bertahan hidup.

Hingga kini, pembunuhan Dian Fossey tidak pernah terungkap. Banyak pihak menduga pemburu liar berada di balik kematiannya, meski sejumlah teori lain juga terus berkembang.

0 Response to "Kisah Dian Fossey, Peneliti Gorila yang Meninggal Misterius pada 1985"

Post a Comment